• MENU

  • Ketegori Artikel

  • Polling

  • FANSBOOK

TEMU USAHA PRODUSEN, KELOMPOK TANI DAN EKSPORTIR KOPI

Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung membuka Temu Usaha antara Produsen, Kelompok Tani dengan Eksportir Kopi, Rabu (28/12), bertempat di gedung PKK Kabupaten Enrekang. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 50 peserta, terdiri dari petani, pedagang pengumpul, penyuluh perkebunan dan SKPD terkait.Kepala Dinas Kuperindag Kabupaten Enrekang, Drs. H. Andi Hamzah, M.Si mengemukakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempertemukan pelaku usaha kopi dengan eksportir, sehingga saling memberikan informasi untuk kepentingan masing-masing, serta dapat menciptakan pola kerjasama dalam pemasarannya dan saling memberikan keuntungan yang seimbang, sehingga dapat memberikan nilai tambah. “Mudah-mudahan kegiatan ini saling memberikan informasi timbal balik antara produsen dengan eksportir tentang kondisi pengembangan komoditi kopi. Untuk itu, pihak eksportir dapat memberikan informasi mekanisme pasar sampai pada negara tujuan,” jelas Andi Hamzah.Sementara, Bupati Enrekang menjelaskan bahwa cita rasa kopi Enrekang sudah dikenal sejak tahun 50-an di mancanegara, dengan sebutan kopi Kalosi. “Inilah yang harus kita kembalikan lagi, sehingga mutu dan kualitas kopi Kalosi tetap terjaga,” kata La Tinro.Usaha untuk mewujudkan itu kian terbuka lebar, setelah dua tahun terakhir pada lomba cita rasa kopi se-Indonesia, kopi yang berasal dari Enrekang selalu menjadi yang pertama. “Tahun sebelumnya, kopi Bone-Bone dan kopi Patekkon menjadi juara pertama dan kedua, dan tahun ini lagi-lagi sampel kopi yang kita kirim, yaitu kopi Buntu Mondong kembali menjadi juara pertama dari segi cita rasa,” ungkap La Tinro La Tunrung.Untuk saat ini, pemasaran kopi Enrekang sudah merambah ke luar negeri. Seperti kopi dari Bone-Bone yang sudah diekspor ke berbagai negara di luar negeri. “Kita memiliki warga yang ada di Jerman yang telah membantu memasarkan kopi Enrekang. Selain Jerman, kopi Enrekang sudah pernah dipamerkan di Italia,” lanjut La Tinro.Saat ini, pemkab Enrekang tinggal memikirkan bagaimana menyanggupi berbagai permintaan yang membludak. “Sudah banyak permintaan yang menginginkan kopi Enrekang. Pekan ini, sudah ada tiga negara yang akan berkunjung ke Enrekang melihat langsung produksi kopi kita, yaitu Jerman, Jepang dan Malaysia,” kunci La Tinro.Pada temu usaha itu, para peserta sangat antusias mendengarkan pemateri dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Franky Djamal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: